Tanggal 3 Maret di peringati sebagai Hari Kesehatan Telinga dan Pendengaran (HKTP). Berdasarkan data WHO diperkirakan ada sekitar 360 juta (5.3%) orang di dunia mengalami gangguan cacat pendengaran, 328 juta (91%) diantaranya adalah orang dewasa (183 juta laki-laki, 145 juta perempuan) dan 32 juta (9%) adalah anak-anak. HKTP diperingati untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan telinga dan pencegahan gangguan pendengaran. Oleh karena itu Dinas Kesehatan Kabupaten Bone melakukan sosialisasi Hari Pendengaran Sedunia Di SD Inpres 3/77 Walannae Kel. Walannae Kabupaten Bone.
Bersamman dengan kegiatan tersebut, Pihak dari Puskemas Biru (PKM Biru) melakukan sosialisasi/penyuluhan kesehatan cara cuci tangan yg benar, cara menggosok gigi serta pemeriksaan telinga siswa SD Inpres 3/77 Walannae.
Cuci tangan. Kedengaran sangat sepele dan mudah melakukannya. Namun sebagian orang tidak sadar bahwa melakukan sekadarnya, tetap berpeluang menghadirkan penyakit. Tangan adalah salah satu media atau agen yang kerap membawa kuman, dengan alasan itulah kenapa mencuci tangan itu sangat penting dan harus teliti melakukannya.
Menjaga kesehatan gigi merupakan suatu hal yang sangat penting. Mudah dilakukan namun sering diabaikan. Contoh penyakit gigi salah-satunya adalah pembusukan gigi (gigis dalam sebutan orang jawa). Pembusukan gigi sering kali terjadi dikalangan anak-anak yang berusia 6-11 tahun yang masih mempunyai gigi susu. Bukan hanya anak-anak yang rawan terserang pembusukan gigi, tetapi juga pembusukan gigi dapat menyerang di kalangan remaja yang berusia 12-19 tahun. Sebenarnya, pembusukan gigi dapat dicegah dengan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan membersihkan mulut dan gigi dengan baik dan rutin.
